Home 12 Berita 12 Minat baca masyarakat Lampung minim jadi bahan pidato Adzkia

Minat baca masyarakat Lampung minim jadi bahan pidato Adzkia

Adzkia Tiara Paradhita pada saat merayakan HUT RI di SMP Al Kautsar (17/8/2016)

Adzkia Tiara Paradhita pada saat merayakan HUT RI di SMP Al Kautsar (17/8/2016)

Adzkia Tiara Paraditha, siswa SMP Al Kautsar kelas 9 A berhasil meraih juara II Lomba Pidato Bahasa Lampung yang digelar Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Lampung, Selasa (20/9).  Adzkia mampu mengungguli tujuh peserta lainnya yang membawakan pidato bahasa Lampung bertema Perpustakaan dan  Minat Baca.

“Saya berpidato tentang minat baca masyarakat Lampung yang minim disebabkan beberapa hal, diantaranta kurangnya koleksi buku, serta jarak perpustakaan yang jauh.  Namun, saat ini, pemerintah telah berupaya meningkatkan sarana prasarana di Perpusda, menambah koleksi buku, bahkan sudah meluncurkan Pusat Peragaan Iptek di Perpusda,” kata Adzkia saat ditemui di sekolah, Senin (26/9).

Lomba pidato bahasa Lampung tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2016. Menurut Adzkia, dia juga memaparkan tentang manfaat membaca yang membuat seseorang lebih up to date, berwawasan luas, serta membuka pengetahuan tentang dunia.

“Dengan ngebaca, gham mansa ilmu. Ilmuni macom-macom, wat ilmu pendidikan, politik, ekonomi, ghik ilmu sai baghikh. Lamun ulun Lampung berilmu, lampung jadi kaya ghik berpotensi, siap berkompteisi dilom pembangunan,” ujar Adzkia mempraktekkan pidato yang dia bawakan saat lomba. Panitia menghadirkan tiga dewan juri yang menilai penampilan semua peserta yaitu dari Perpusda dan Sastrawan Lampung.

Sementara itu, guru pembina Warsiyem yang juga guru bahasa Lampung di SMP Al Kautsar mengatakan informasi tentang perlombaan tersebut cukup mendadak. Pihaknya baru mendapatkan undangan sekitar lima hari sebelumnya sehingga latihan juga hanya sekitar dua hari. “Alhamdulillah, siswa kami berhasil mendapatkan juara,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam pembelajaran bahasa Lampung dalam kelas, dia tidak hanya mengajarkan aksara Lampung, tapi juga memperkuat kemampuan bekomunikasi siswa menggunakan bahasa Lampung. “Bahasa itu kan intinya komunikasi, makanya saya mewajibkan siswa melatih percakapannya lewat presentasi, atau menjelaskan kegiatan kelompok menggunakan bahasa Lampung,” kata Warsiyem.

Penggunaan bahasa Lampung secara aktif setiap mata pelajaran bahasa Lampung itu cukup efektif, hampir semua siswa mengerti dan memahami bahasa Lampung. “Walau para siswa berasal dari berbagai latarbelakang suku, tapi mereka bisa mengerti percakapan dalam bahasa Lampung,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*