Home 12 Berita 12 Guru SMP Al Kautsar mengikuti Festival Seni Internasional

Guru SMP Al Kautsar mengikuti Festival Seni Internasional

GURU seni dan budaya SMP Al Kautsar Ardi Ikhwanudin berkolaborasi bersama guru seni lain dan penggiat seni luar negeri. Tim yang terdiri dari sepuluh pemain pemain musik tersebut tampil di Konser Musik Diatonis pada ajang Festival Seni Internasional, yang digelar di Yogyakarta, 21—25 November.
Ajang ini diikuti oleh ratusan guru seni dan budaya dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK serta penggiat seni dari luar negeri, yaitu dari Singapura, Croasia, Philipina, Malaysia, Singapura, Cekoslovakia, dan Ekuador.
Ardi mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin dua tahunan yang digelar oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yogyakarta. “Ini untuk mengapresiasi para guru seni se Indonesia, selain itu meningkatkan wawasan dan pengetahun musik para guru tentang seni nusantara dan internasional,” ujarnya, Senin (28/11).
Menurut Ardi, dia merupakan satu-satunya guru dari Lampung yang diundang mengikuti ajang tersebut. Ada beberapa kegiatan yang digelar FSI yaitu pentas pertunjukan seni internasional, pentas karya guru pertunjukan SMK, pentas karya guru seni, budaya, SD, SMP, SMA/SMK, serta lomba dan pameran seni lukis guru nasional.
Selain itu juga ada kegiatan lomba dan pameran seni kriya guru nasional, workshop seni instalasi guru seni seni patung SMK, seminar internasional, festival band tingkat SMA, serta pentas seni hiburan masyarakat. “Ada ratusan guru seni yang ikut mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK. Pada ajang tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk tampil, ada yang menampilkan musik instrumen, teater, tari, nyanyi, bermacam-macam kegiatan seni,” ujar Ardi.
Menurutnya, dia sendiri tergabung dalam kelompok musik instrumen bersama guru dari provinsi lain, dan dua pemusik luar negeri, yaitu Julija Novosel dari Kroasia, serta Kavlav Kalivoda dari Cekoslovakia. Ardi menjelaskan, semua guru memenang alat musik, ada yang memainkan bass eletik, saxsofone, timpani, xilofon, gitar elektrik, oboe, trombone, serta beberapa alat perkusi.
“Saya sendiri memainkan gitar elektrik, Julija Novosel memegang oboe, dan Kavlav Kalivoda memainkan trombone,” katanya. Tim musik diatonis ini membawakan instrumen yang diciptakan instruktur FSI, serta satu instrumen merupakan hasil karya tim mereka.
ardi-ikhwanudin
Ardi mengaku, tim mereka tampil terakhir di hari penutupan karena tidak mudah membuat instrumen apalagi melibatkan pemain dari luar negeri. “Salah satu kendalanya berkomunikasi dengan pemusik luar negeri, dan kami harus menciptakan instrumen diatonis dalam lima hari,” kata Ardi. Namun, dia mengaku senang dan bangga karena tim mereka berhasil tampil dengan baik dan gemilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*